Prediksi Situasi HKSR Selama Pemerintahan Trump
Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat pada tanggal 5 November 2024 menjadi kabar buruk bagi para pejuang hak aborsi. Belum selesai perjuangan untuk memulihkan akses aborsi aman yang dibatasi sedemikian rupa sejak dibatalkannya Roe v. Wade pada bulan Juni tahun 2022. Kini, ancaman lebih besar terhadap hak atas aborsi serta hak kesehatan seksual dan reproduksi secara keseluruhan membayangi setiap langkah orang-orang yang memperjuangkannya. Berdasarkan analisis The Guttmacher Institute, setidaknya ada 10 kemungkinan tindakan dalam bulan-bulan awal pemerintahan Trump yang dapat menghancurkan hak kesehatan seksual dan reproduksi. Ditambah dengan besarnya pengaruh Amerika terhadap media dan perpolitikan global, dampak tersebut pada akhirnya tidak hanya dirasakan di Amerika Serikat, namun juga seluruh dunia.
Tindakan yang hampir pasti dilakukan oleh pemerintahan Trump adalah memblokir akses aborsi secara nasional. Meskipun Trump seolah tidak menyetujui larangan aborsi federal atau menjanjikan dia akan memveto hal tersebut, namun masih ada cara-cara yang dapat dilakukan oleh Trump dan Partai Republik untuk sampai pada tujuannya. Misalnya melalui penegakan kembali Comstock Act untuk membatasi –bahkan menghilangkan sepenuhnya– akses terhadap mifepristone yang digunakan dalam rejimen aborsi medis. Tidak hanya itu, Comstock Act juga dapat digunakan untuk melarang peredaran alat-alat aborsi prosedural, bahkan kontrasepsi yang oleh Partai Republik seringkali dimisinterpestasikan sebagai bagian dari proses aborsi. Situasi ini pada akhirnya tidak hanya berdampak pada akses layanan aborsi di Amerika Serikat, namun juga berdampak ke negara-negara lain.
Pemerintahan Trump kemungkinan besar juga akan menerapkan kembali serta memperluas The Global Gag Rule. Kebijakan yang melarang pemberian bantuan dana kesehatan federal untuk organisasi-organisasi di luar Amerika Serikat yang mempromosikan, menyediakan, atau memperluas layanan serta rujukan aborsi berikut tindakan lain yang berkaitan dengan advokasi isu aborsi di negara masing-masing, bahkan jika itu dilakukan dengan dana selain dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut sebenarnya telah diterapkan di pemerintahan Trump sebelumnya, namun saat ini penerapannya akan diperluas. Bahkan dalam kondisi terburuk, kebijakan ini akan berlaku untuk semua dana bantuan luar negeri Amerika Serikat, termasuk dana bantuan kemanusiaan. Kebijakan ini jelas akan memberikan dampak buruk pada situasi kesehatan seksual dan reproduksi di seluruh dunia. Di antaranya berupa pengurangan atau penghentian program-program yang berfokus pada isu kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk akses kontrasepsi dan layanan aborsi aman.
Seolah belum cukup buruk, dalam masa pemerintahannya nanti, Trump akan punya cukup kekuatan untuk mengaktifkan kembali koalisi negara-negara yang menandatangani Deklarasi Konsensus Jenewa yang ia sponsori di akhir masa jabatan sebelumnya. Dokumen tersebut ditandatangani sekitar 30 negara dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi pendukung utamanya. Meskipun dokumen itu tidak pernah diadopsi oleh PBB sebab berisi pengecaman terhadap hak atas aborsi dan hak-hak LGBTIQ+ dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dengan keluarga, namun kali ini Trump punya banyak waktu dan kesempatan untuk mempromosikan kembali bahkan mendorong lahirnya berbagai kesepakatan atau dokumen serupa, serta memperluas koalisinya. Mengingat besarnya pengaruh Amerika Serikat di mata dunia dan stigma aborsi yang masih sangat kuat, bukan tidak mungkin akan semakin banyak negara yang bergabung dan mendukung tindakan-tindakan penolakan terhadap hak atas aborsi. Ini berarti perjuangan untuk mengupayakan akses aborsi aman akan semakin berat dan terdesak.
Respon Gerakan Sipil Amerika Serikat: Perlawanan Tak Akan Berhenti, Harapan Tak Boleh Mati!
Atas berbagai ancaman terhadap HKSR yang menyertai setiap langkah Trump menuju tahta untuk kali kedua, pertanyaan besar selanjutnya adalah bagaimana cara mempertahankan (memenangkan) perlawanan? Adalah benar bahwa sepak terjang pemerintahan Trump kelak dapat menghancurkan begitu banyak pencapaian atas pemenuhan HKSR yang telah diperjuangkan berabad-abad, termasuk akses aborsi aman di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Namun, sejarah membuktikan bahwa kalah dan bungkam tak pernah jadi pilihan bagi para pejuang aborsi aman.
Di tengah keresahan atas kemenangan Trump, para aktivis pendukung aborsi di Amerika Serikat juga tak sepenuhnya kehilangan harapan. Kemenangan dalam pemungutan suara untuk hak atas aborsi yang diraih di 7 negara bagian adalah hal yang tetap perlu dirayakan, tanpa mengabaikan kekalahan di 3 negara bagian lainnya. Kemenangan itu adalah kabar baik, tidak hanya untuk para aktivis pendukung aborsi, namun semua orang yang membutuhkan layanan aborsi aman. Ini berarti 7 negara bagian tersebut telah selangkah lebih dekat untuk memulihkan akses aborsi di negara mereka setelah hukum federal Amerika Serikat mencabut jaminan perlindungan akses aborsi melalui pembatalan Roe v. Wade tahun 2022 yang lagi-lagi atas campur tangan pemerintahan Trump sebelumnya.
Negara bagian yang berhasil meloloskan referendum untuk mendukung hak atas aborsi adalah Arizona, Colorado, Maryland, Missouri, Montana, Nevada, dan New York. Di sisi lain, upaya untuk mengembalikan atau memperluas akses aborsi di Florida, Nebraska, dan South Dakota mengalami kegagalan. Di Maryland, Montana, dan New York, aborsi sudah legal hingga batas kemampuan hidup janin, sementara di Colorado, aborsi diperbolehkan tanpa batasan hingga saat kelahiran. Terlepas ada berbagai kekhawatiran mengenai pemerintahan Trump yang akan kembali mengancam akses aborsi, kemenangan ini tetap memunculkan optimisme dalam gerakan masyarakat sipil Amerika Serikat yang memperjuangkan hak atas aborsi. Optimisme ini sudah seharusnya juga dibagikan ke semua pejuang hak aborsi di seluruh dunia.
Selain itu, sebuah artikel dari penulis yang menolak menyerah untuk memperjuangkan hak atas aborsi juga menuliskan 10 hal yang dapat dilakukan Partai Demokrat untuk melindungi akses aborsi sebelum Trump menjabat. Rekomendasi yang dituliskan dalam artikel tersebut didapatkan dari hasil diskusi dengan berbagai pendukung hak atas aborsi dengan berbagai latar belakang profesi. Beberapa rekomendasi menekankan untuk mengamankan akses pil aborsi –khususnya mifepristone– karena obat-obatan tersebut adalah sumber daya yang sangat penting dalam upaya tetap membuka akses aborsi aman, terutama di negara-negara bagian yang melarang aborsi sepenuhnya. Di sisa-sisa waktu yang kritis ini, Partai Demokrat diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan sebanyak-banyaknya untuk melindungi hak atas aborsi dan sebisa mungkin menutup celah-celah hukum yang dapat menjadi jalan masuk bagi Trump bersama Partai Republik untuk menghancurkan akses aborsi yang belum sepenuhnya pulih. Masyarakat sipil yang mendukung aborsi diharapkan juga tetap bertahan di garis perjuangan untuk saling berbagi dukungan dalam melawan segala bentuk tindakan yang mengancam akses aborsi aman.
Pasca kemenangan Trump, 4B Movement jadi pencarian paling populer di google dan melonjak hingga 450%. Ini adalah gerakan protes yang awalnya dimulai di Korea Selatan. 4B Movement mengajak semua perempuan untuk tidak berkencan, menikah, berhubungan seksual, dan memiliki anak dengan laki-laki. Singkatnya, gerakan ini menolak relasi heteroseksual sebagai bentuk protes atas berbagai pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh banyak lelaki heteroseksual di Korea Selatan. Kini para aktivis di Amerika Serikat menyerukan agar 4B Movement segera dimulai di negaranya. Meskipun ada perbedaan latar belakang situasi yang memicu 4B Movement di Korea Selatan dan Amerika Serikat, gerakan ini tetap sangat bisa menjadi tonggak awal untuk memicu gerakan protes yang lebih besar, tidak hanya di Amerika Serikat, bahkan dunia. Kemarahan atas kemenangan Trump belakangan juga memicu munculnya MATGA Movement yang dipopulerkan melalui berbagai platform media sosial. Para perempuan di Amerika Serikat membuat video fantasi pembunuhan dengan meracuni minuman para lelaki yang tidak mendukung hak atas aborsi. MATGA sendiri merupakan singkatan dari Make Aqua Tofana Great Again. Selain mengolok-olok slogan MAGA (Make America Great Again) yang digunakan oleh Trump dalam kampanye, Aqua Tofana sendiri merujuk pada perempuan Italia bernama Guilia Tofana yang menjual racun kepada para perempuan untuk membunuh suami mereka yang melakukan kekerasan. Meskipun tren ini cukup ekstrem, namun banyak yang menganggapnya sebagai bentuk perlawanan dalam memperjuangkan hak atas aborsi yang kian terancam.
Masa pemerintahan Trump nyatanya akan menjadi momok bagi perjuangan hak kesehatan seksual dan reproduksi, khususnya hak atas aborsi. Dampak ini tidak hanya dihadapi Amerika Serikat, bahkan dapat meluas ke seluruh dunia. Baca selengkapnya 10 alasan pemerintahan Trump akan menghancurkan hak kesehatan seksual dan reproduksi pada link berikut:
Trump diduga akan kembali menegakkan Comstock Act untuk membatasi atau melarang sepenuhnya akses terhadap mifepristone. Baca selengkapnya mengenai Comstock Act pada link berikut:
Selain Comstock Act, ada Global Gag Rule yang kemungkinan besar akan diterapkan lagi oleh Trump dan ini berarti ancaman bagi perjuangan HKSR seluruh dunia. Mengapa demikian? Baca selengkapnya di link berikut:
The Unprecedented Expansion of the Global Gag Rule: Trampling Rights, Health and Free Speech | Guttmacher Institute
Meskipun kemenangan Trump semakin meningkatkan kesiagaan pada pendukung hak atas aborsi di Amerika Serikat dan dunia, namun hasil pemungutan suara untuk hak atas aborsi dimenangkan di 7 negara bagian. Baca selengkapnya hasil pemungutan suara hak atas aborsi di link berikut:
Trump won, but so did seven ballot measures protecting abortion rights
2024 Election Results: Abortion Ballot Measures from Prop 1 to Amendment 4
Sebelum masa pemerintahan Trump, Partai Demokrat diharapkan dapat mendorong berbagai kebijakan untuk membantu melindungi akses aborsi aman di Amerika Serikat. Cekt langkah-langkah yang dapat dilakukan Partai Demokrat di sisa waktu yang terbatas ini pada link berikut:
Ten Actions Dems Can Take to Protect Abortion Before Trump Takes Office
Pasca terpilih kembalinya Trump sebagai presiden Amerika Serikat, pencarian di google mengenai 4B Movement meningkat. Cari tahu lebih lanjut mengenai 4B Movement dan seruannya di Amerika Serikat pada link berikut:
Muncul Gerakan 4B Usai Donald Trump Menang Pemilihan Presiden Amerika Serikat | tempo.co
Selain 4B Movement, ada pula MATGA Movement yang mulai diinisiasi melalui berbagai platform media sosial sebagai bentuk protes dan kemarahan para pendukung hak atas aborsi. Lihat informasi selengkapnya mengenai MATGA Movement di link berikut:
MATGA movement: Furious over Donald Trump’s win, women start a deadly trend on social media – CNBC TV18
